Saturday, December 29, 2012

Lirik Satu (Deep Impact)


Intro: Guitar, Guitar2, Keyboard

 

hei..
lihat mentari bersinar
dan...
satukan langkah bersama
bermimpilah sejauh apapun itu

hei..
genggamlah tanganku erat
dan..
jangan pernah kau lepaskan
satu hati satu rasa tuk saling menjaga
satu hati satu rasa tuk saling menjaga


reff:

Monday, December 24, 2012

Deep Impact Perdana


Deep Impact ada lagu baru nih. Judulnya "Satu". Lagu ini dipersembahkan buat temen-temen SIXSENSE yang bentar lagi mau lulus dan berpencar. Dipilihnya judul lagu "Satu" juga diilhami dari kesatuan 'hati' arek-arek SIXSENSE yang selama ini menghiasi kehidupan para murder di Assalaam.

Lagu ini nantinya akan dinominasikan pada pemilihan Soundtrack Film Akhir Tahun Sixsense.

Let we go, ini dia lagu perdana dari Deep Impact.




Susunan Personil Deep Impact:

Tuesday, August 14, 2012

Maybe ?


This video is taken when I was playing Maybe by Yiruma on my keyboard at home. I really dont know where is the right version of Yiruma cause he changed the version in every performance.

In this video you will listen noisy voice, snogging between hammer and wall. It was my neighbor repairing their home ^^ make it so nature

So, let check it and happy listening. Keep tuned guys!



Download here:


Konsep Diferensiasi / Turunan dalam Matematika


Konsep ini saya karang-karang sendiri. Waktu itu saya masih kelas 3 SMP. Malem-malem Mas Adnan ngajari saya mata kuliahnya, kalkulus di lantai 3 Kapatra 2. Bukunya gede, segede buku platinum, tebel juga, dan kertasnya kuning, mirip sama transkip-transkip kuno jutaan tahun. Materinya pas itu tentang diferensiasi/turunan. Belum masuk integral, soalnya diferensiasi lebih gampang. Saya yang lagi nganggur ya oke-oke aja.

Tapi setelah sekian menit diajari, otak saya gak nyandak. Lha wong cah SMP diwehi kalkulus, piye? Akhirnya malem itu di kasur saya pikir-pikir lagi dan muncul ide, gimana kalo konsepnya dibuat cerita, kan anak-anak lebih mudah memahami cerita dibandingkan ngapalin angka, apalagi rumus huruf-huruf. Otomatis ketika ada pelajaran turunan kelas 2 SMA, cerita ini sangat bermanfaat, paham, dan membuat orang paham :D

Singkat cerita lahirlah cerita di bawah.

Sunday, August 12, 2012

Cherrybelle: Dilemaa


Ini gua mainin di rumah, rame-e pol. Ada adek-adek gua berisik. Pengisi suaranya pun banyak. Maklum, adek gua hiperaktif semuanya.

Cover lagu ini terinspirasi sama Zefanya Patra Utama, (thanks, bro!). Agak dicampur dance sama beat di situ.

Personil video ini: Vivi, adek gua yang nyanyi kaya orang frustasi. Ada juga si Fika, adek bayi, yang jalan tik-tak-tik-tuk (lihat 00.02 sampe 00.04), di tengah-tengah lagu dianya teriak-teriak, ada juga Iin, lagi nenangin si Fika.


Download di sini:

Astaghfirullah, Ustadz Kok Kayak Gini?



Astaghfirullah, beginilah kalo dari awal belajar nggak disertai pedoman surat Al-Baqarah: "wa la tasytaru bi ayati tsamanan qolilan" --> janganlah menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah. 

Ini saya ambil dari timeline Facebook Rosyid Budiman. Ini linknya :


Tulisan setelah ini adalah murni copy paste dari timeline nya si Budi.

Selamat membaca.

Kiss The Rain (Yiruma)


Ceritanya abis tarawih gua nganggur, ga ada kerjaan, iseng-iseng mainin HP di ruang tamu, eh ternyata HP nya bisa dibuat ngrekam video. Then, rekaman. Pake keyboard di rumah. 

Ini lagunya Yiruma, famous pianist di Korea. Korea nggak cuman punya boyband sama girlband, musisinya juga hebat-hebat.

Lagu galau. Cocok buat pengantar tidur. Coba dengerin.



Buat download:

Friday, July 13, 2012

Menulislah, Dunia Sudah Banyak Berubah


Jaman dulu, pas mbah-mbah kita masih seumuran kita, semua urusan langsung face-to-face.  Berhadapan. Bertemu satu sama lain. Dulu nggak ada teknologi canggih seperti masa kini. Belum ada internet, HP, SMS, MMS, Web Log, Facebook, dan sebagainya. Tidak ada seperti kalian, kalau pengen tahu keadaan teman yang up to-date tinggal lihat wall FB-nya. Tanya PR esok hari tinggal rogoh HP, sms temen sebangku. Nggak. Semua urusan jadi begitu susah, dari yang paling remeh sampai yang paling berat.


Coba bandingkan dengan dunia sekarang. Berbeda jauh sekali seperti zaman dahulu. Di mana-mana remaja memamerkan HPnya, berlomba-lomba yang terbaik di antara yang lain, gak punya facebook/twitter? Katrok laah.  


Sekarang, dunia udah semakin sempit. Jarak antara Jakarta-Berlin? Cuman sepencetan tombol. Bisa chatting atau telpon. Seakan ruang dan waktu udah nggak ada artinya lagi. Jauh bukan masalah. Sudah lama ditemukan teknologi Shinkasen. Pesawat apalagi.

Sunday, July 08, 2012

Corel Draw Itu Makanan Apa?


Sunmor nih. Di saat kalian semua liburan, pagi-pagi jalan-jalan di sekitar rumah, sepedaan bareng temen-temen, menghirup udara segar pagi hari, tapi gw, santri pondok malah masuk sekolah. Di tempat kami libur akhir pekan ada di hari Jumat, bukan Minggu (Ahad) seperti kalian.


Pagi ini di sekolah gw lagi jam pelajaran komputer. Praktik di lab. Kebetulan kelas tiga ini materinya tentang Corel Draw yang 100% gw belum ngerti gimana makenya gimana ngoperasiinnya dan buat apa. Sepintas kalo diliat-liat kok kaya Paint gitu ya?


Di saat anak-anak lain nyoba-nyoba pake aplikasi Corel Draw, nggambar apa kek, sembarang, terserah, bikin plang larangan merokok, atau larangan parkir, bikin segitiga, lingkaran, atau yang paling keren, bikin cover buku pelajaran kesukaan, gue malah GA NGAPA-NGAPAIN! Kenapa? Soalnya komputer ini GA ADA COREL DRAW NYA!


Oke, walhasil gue malah nganggur, online FB, YM, dan lain lain. Termasuk nulis di blog ini. Sumpah bosen banget di sini. Gurunya ngomong sendiri tapi ga nyambung sama muridnya. Nyuruh praktek sendiri, tapi sambil ngasih 'ceramah' turorial Corel. Lah, siapa yang mau ndengerin coba? Orang semuanya pada autis sibuk sendiri di hadapan komputer masing-masing. Nyobain Corel masing-masing. Toh itu tidak salah, gurunya sendiri yang nyuruh mereka mbikin kreasi mereka sendiri.


Sebenarnya mau gua tampilin gimana keadaan sebenarnya yang terjadi di sini. Biar kalian tau sendiri dan bisa merasakan apa yang terjadi di tempat ini. Tapi sayangnya gua lagi ga bawa kamera. HP pun ketinggalan di kamar. 



Friday, June 22, 2012

Soal Uraian OSP Matematika 2012


Sy rasa ada kesetimpangan buat penilaian OSP bidang matematika. Why? Satu soal isian singkat hanya dihargai 1 poin. Sedangkan satu soal uraian dihargai 7 poin. Padahal sama-sama susahnya. Itung-itung, mendingan ngerjain uraian secara detail, daripada mati-matian muter-muter nyari jawaban soal isian singkat yang -belum tentu- ketemu.

Makanya, kalau kita ngerjain satu saja soal uraian, dengan detail, dengan semua argumen yang kita punyai dan kita tuliskan sejelas mungkin seterang mungkin, dan juri memberi poin 7, maka itu sebanding dengan ngerjain soal isian singkat 7 butir. Itung aja poinnya. Dan ini nggak imbang. Padahal energi yang dibutuhkan buat menyelesaikan 7 butir soal isian singkat jelas nggak sebanding dengan sekedar memberikan argumen, secara lengkap sekalipun, hanya dalam sebutir soal uraian.

Well, soal kemarin, ada beberapa yang masih saya ingat, tentunya yang uraian, karena membekas lebih dalam. Ini juga bermula dari bayang-bayang soal mematikan yang selalu menghantui. Jadi mendingan soalnya sy tumpahin di sini saja.

Yo, langsung ke intinya aja.

Friday, June 01, 2012

Semburat Jurnalistika Aliyah


DBA News, atau kepanjangannya Daulah Bani Aliyah News. Tempat di mana arek Aliyah berkreasi, menyalurkan ide kreatif, dan mulai berkarya. Lewat fasilitas ini, kita berlatih membuat majalah , walaupun cuma satu setiap tahun.

Tentunya setiap majalah ada redaksinya. Dan dua taun terakhir ini saya diamanahi jadi Editor. Ya, tugas paling berat di antara jajaran redaksi lainnya. Menyusuri kata demi kata di setiap artikel, setiap halaman, mengecek apakah ada ejaan yang salah, apakah bahasa yang digunakan sesuai dengan karakteristik majalah, dan yang paling berat finishing, mengecek ulang sekali lagi dengan SANGAT TELITI sebelum majalah naik cetak. Tak apalah, buat pengalaman.

Tapi saya nggak sendirian, ada Aan, yang Editor juga. Jadinya beban ini dibagi dua.

Wednesday, May 02, 2012

Bermuka Dua


Apanya yang bermuka dua? Ya, kalian itu.

Jujur beberapa bulan yang lalu ketika insiden payah itu terjadi, saya yakin ingat betul sekali, kalian sujud menyembah merayap mengharap kaki. Tapi lihat sekarang?

Sudah kubilang, tidak usah diungkit-ungkit lagi. Sesuatu yang udah lampau memang biarkan saja terjadi. Kita hanya bisa meresapi membelajari dan mengayomi. Hikmah-hikmah apa saja yang bisa dipetiki.

Friday, April 27, 2012

This is DBA News Logo!



Come on and see here! The logo is this one! Go to our new homepage here !

Friday, April 20, 2012

Sunset Bersama Rosie Book’s Review


Inilah satu-satunya novel Tere-Liye yang paling terakhir kubaca. Baru selesai pagi ini.

Tere-Liye berhasil menyajikan tokoh-tokoh dengan excellent. Nice lah pokoknya. Alur cerita pun seperti biasa, tak bisa diduga-duga. Selalu ada spesial di bagian akhirnya.

Jalan - Jalan di UI



Wuhuii.. setelah sekian lama sekolah, hal paling mboseni di seluruh dunia, kami, aku Faisal Romzi Alka Luthfi As’ad Akbar beserta beberapa jajaran santriwati yang kurang kukenali jalan-jalan ke UI. UI men! Bayangke! Universitas nomer satu di Indonesia.

Sunday, April 15, 2012

Debat Modal Nekat


Ini pengalaman pertama. Lomba debat bahasa Arab? Emang kamu bisa, man? I don't care haha.

Menurut hati gue yang paling dalam, ini bukan soal bisa atau enggak, pinter atau enggak, tapi NEKAT atau enggak. Apa sih debat itu? MATAHIN PENDAPAT lawan kan? Aku yakin, itu hanya butuh NEKAT aja.

Somenight in Makam Haji



Apa jadinya weekend-an di tempat hitam sunyi seram? Menghabiskan malammu di bawah kerlingan bintang dan rembulan? Menemani mereka para mayat dikubur makam?


Tapi malam Jumat kemarin kami melakukannya!

Friday, March 23, 2012

I Reformed It Become The Slim One!



Nggak terasa kepengurusan CASA kami tinggal sebentar. Nggak lama lagi kita akan lepas jabatan, hanya soal waktu. Setelah itu kendali klub astronomi ini pun menjadi milik adek kelas 4.

Walaupun begitu, gue ngerasa kami belum ada apa-apanya, belum ada kerjanya. Buktinya belum ada perubahan yang signifikan sejak gue dilantik sampe masa sekarang. Kegiatan rutin harian pun rasanya lebih sering kosongnya ketimbang adanya. Gue ngerasa kurang bertanggung jawab soal ini.

Seharusnya Beginilah Biologi, Ilmiah Tapi Tak Menggurui



Jujur gue paling benci sama biologi entah gimana. Gue pikir ngga’ ada guna yang realistis buat anak SMA kaitannya sama segala hal berbau biologi yang dipelajari di kelas.

Suatu saat pas ulangan mid biologi ada soal begini, kebetulan soalnya essay:

Jelaskan proses bertemunya sari makanan dan oksigen di mitokondria!

Dan inilah jawaban gue di kertas ulangan..

Tuesday, March 13, 2012

Lirik Lagu + Chord Kita Bisa! - TRANCAM BAND



Intro      :               D A Bm G 2x

(*)
D                                                       A
Terbangun dari mimpi panjang
          G                                   A
Menjalani hari tanpa senyuman
         D                                              Bm
Hati terasa hampa menyakitkan
         G                 A                       D
Karena persahabatan yang hilang

Wednesday, March 07, 2012

Mental Kaya #4: Punya Sisi Pandang Lain


Robert T. Kiyosaki bercerita dalam buku klasiknya Rich’s Dad Guide to Investing tentang dua ayah yang dimilikinya. Ayah pertama adalah ayah kandungnya sendiri, bekerja untuk pemerintah sebagai gubernur negara bagian Hawaii, AS dengan gaji yang tentu tidak kecil. Dia menyebutnya ayah miskin. Sedangkan ayah kedua adalah ayah temannya, Mike. Seorang pengusaha properti sukses ternama di Amerika Serikat yang menguasai beberapa pencakar langit di negerinya. Dia menyebut ayah Mike, ayah kaya.

Mental Kaya #3: Planning Masa Depan


Kebanyakan manusia yang sukses menulis planning-planning mereka dalam selembar kertas dan membiarkan apa yang mereka tulis membenam jauh di otak bawah sadar mereka, setelah puluhan tahun lamanya dan mereka sudah menjadi orang-orang penting di bidangnya, mereka menemukan kembali selembar planning mereka dan sadar bahwasanya kekuatan dari planning, begitu mempesona.

Tidak ada kaya dadakan, walaupun itu diperoleh dengan menang judi atau lotre. Para penjudi di Las Vegas sering kali mendapat US$10.000 hasil jackpot judi mereka namun dengan cepat apa yang mereka dapatkan lenyap begitu saja. Itu karena mereka tidak memiliki planning masa depan mereka dan hanya menggantungkan hidup pada spekulasi. Itulah sebabnya uang begitu cepat hilang dari tangan mereka.

Sebagai generasi muda Indonesia yang penuh dengan ambisi mengubah dunia, marilah kita mulai menulis planning-planning kita sedetail mungkin. Bukan sekadar mimpi atau angan-angan belaka tetapi juga disertai dengan usaha-usaha menggapai planning yang telah kita susun.

Mental Kaya #2: Tangan di Atas


Sesuai dengan sabda Rasul, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Ungkapan ini begitu tepat dengan prinsip mental kaya yang membenci menengadahkan tangan mereka. Mengapa demikian? Tangan di bawah identik dengan sifat kemalasan, tidak mau berusaha, dan tidak mau mengubah diri mereka. Orang bermental kaya selalu bekerja keras dan cerdas, mengusahakan apa yang ditargetkan oleh diri mereka sendiri maupun oleh perusahaan mereka, tidak mudah menyerah dan lepas tangan begitu saja.

Ini bukan berarti kita harus membenci para pengemis, anak jalanan, dan menelantarkan fakir miskin, namun marilah kita merombak mentalitas kita, mengubah pola pikir kita menjadi pola pikir yang produktif serta kreatif.

Mental Kaya #1: Menghargai Waktu


Mental kaya pertama adalah menghargai waktu. Semua orang kaya sangat menghargai waktu. Mereka menganggap waktu itu begitu penting. Waktu bagi mereka adalah modal yang gratis, bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin, namun akan terlewat begitu saja bila dibiarkan. Orang bermental kaya menggunakan waktu mereka dengan produktif sedangkan orang bermental miskin menghabiskan waktu mereka dengan konsumtif. Orang bermental kaya menghasilkan sesuatu dengan waktu yang mereka miliki, orang bermental miskin tidak berbuat apa-apa.

Sehubung dengan sangat bermanfaatnya waktu maka banyak bermunculan kalimat-kalimat mutiara tentang waktu. Ali bin Abi Thalib bilang “al-Waqtu kasy syaifi.” Orang barat punya “Time is money.” Rasulullah SAW pun bersabda dalam hadisnya bahwasanya bila hari ini lebih buruk atau minimal sama dengan hari kemarin maka kita termasuk orang yang celaka dan merugi.

Ketika Steve Jobs -mantan CEO Apple- diberi pilihan transportasi pesawat dari Los Angeles menuju New York seharga US$500 dengan waktu tempuh 5 jam, sedangkan rekannya merekomendasikan bus dengan tujuan yang sama seharga US$100 dengan waktu tempuh 5 hari, Jobs lebih memilih pesawat. Orang bermental kaya seperti Jobs sangat tidak mau kehilangan waktu produktifnya hanya untuk menunggu tibanya bus ke tujuan. Mereka tidak kehilangan uang mereka karena lebih memilih pesawat daripada bus. Yang mereka lakukan adalah membeli waktu dengan uang, alias menukarkan sejumlah besar uang mereka dengan waktu yang lebih produktif. Orang bermental kaya menggunakan waktu mereka dengan cara yang lebih produktif daripada orang bermental miskin.

Bukti berharganya waktu bisa juga kita tengok sejenak ke negara Matahari Terbit. Akhir-akhir ini bangsa mereka berhasil mengembangkan teknologi transportasi kereta api Shinkasen dengan kecepatan melebihi 300 km/jam! Mereka mengembangkan teknologi ini dengan menciptakan sistem rel menggunakan magnet yang tidak harus bersentuhan ketika kereta meluncur sehingga gaya gesek antara roda kereta api dan rel pun nyaris nol. Faktanya juga, jadwal keberangkatan dan tiba kereta api ini tidak pernah meleset lebih dari 5 detik. Subhanallah. Begitu menghargainya bangsa Jepang dengan waktu sehingga mereka rela dengan susah payah mengembangkan teknologi mutakhir mereka  hanya untuk selisih waktu beberapa detik. Orang Jepang sadar, waktu begitu berharga di mata mereka sehingga mereka meng-upgrade jenis transportasi yang satu ini.

Merekalah contoh orang-orang bermental kaya. Mereka tidak mau kehilangan detik-detik produktivitas mereka hanya karena sesuatu hal yang kurang berguna, seperti bengong di perjalanan. Mereka punya banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu sehingga untuk urusan transportasi sehingga mereka tidak mau membuang waktu emas mereka. Marilah kita mulai menghargai waktu produktif kita!

Andakah Pemuda Bermental Kaya?


Hampir dimuat di DBA Magazine edisi-16

Itulah sebuah pertanyaan penting yang wajib dilontarkan kepada setiap generasi muda Indonesia, penerus generasi yang memegang kendali penuh terhadap kemajuan bangsa ini. Semua orang bisa dipastikan lebih memilih hidup kaya daripada hidup miskin, lebih memilih banyak materi daripada sedikit materi. Terlepas dari kadar keimanan dan ketaqwaan yang dimiliki orang tersebut. Hal tersebut terjadi karena manusia memiliki sifat mencintai harta.

Salahkah kita apabila berusaha untuk kaya? Tidak. Rasulullah SAW Nabi kita saja melamar Khadijah dengan mahar 100 unta. Jumlah itu bukan jumlah yang sedikit. Itulah bukti bahwasanya Nabi kita adalah orang kaya. Lantas, apa alasan kita untuk tidak menjadi kaya?

Pada kesempatan kali ini saya akan membeberkan beberapa poin penting seputar mental kaya. Saya akan membagi-bagi poin tersebut dalam beberapa post dalam blog ini, soalnya panjang banget.

Tuesday, March 06, 2012

Temen Gue Bruno Mars


Tau Bruno Mars? 

Nih.. di posting kali ini gua mau nge-post temen gue gan.. Sumpah mirip banget Bruno Mars, pendendang lagu "Just the Way You Are". Gak salah lagi, udah banyak ngakuin kemiripannya, jadi ini bukan sekedar mata gua yang salah ato kurang jeli ato gimana.

Mau liat gimana mukanya?

Yuk cekidot..

Monday, March 05, 2012

Cepat, Tepat, Teliti, Ganas


Gua kemaren lomba lagi.

Kali ini penyelenggaranya Undip. Universitas keren di Semarang. Lomba ini sifatnya individual. Ga kerja tim.

Setelah insiden lomba di ITS kemaren, gue ga yakin dipercaya lagi sama pihak sekolah buat ngewakilin di lomba ini. Eh, ternyata gua salah. Beberapa minggu yang lalu gue dapet tawaran ikutan tes buat lomba ini. Ya, karena ini kesempatan makanya gua ambil aja.

Sedikit cerita tentang lomba ITS, bulan lalu ada lomba yang penyelenggaranya ITS, dan gue gagal mbawa nama sekolah di ajang ini. Entah kenapa pastinya banyak faktor. Dan tentunya banyak dari faktor tersebut gara-garanya gue sendiri. Gua terlalu emosional pas lomba. Gua ga tenang ngerjain soalnya. Gua kurang kerjasama sama kakak kelas setim gua (Okky). Dan akibatnya gue gagal.

Setelah insiden itulah ditambah kebetulan ada kesempatan dari Kepsek buat UMC (Undip Mathematic Competition), gue nyoba mulai take action ketimbang omong kosong.

Yaudah dan beginilah semua cerita dimulai.

Pagi itu gue berangkat bareng lima orang lainnya. Ada Luthfi Ahmad sama Rizqi Sina. Sedangkan ceweknya ada Heralda Fawrin, Zia Naziha, sama Anisa Fauzi. Semuanya pemain lama, kecuali si Sina sama Anisa.

Dan kita berangkat ke SMKN 2. Deketnya Manahan.

Friday, February 17, 2012

Berantakan Tapi Sukses


Ini adalah hal gila. 


Ceritanya gue bangun tidur. Gue kaget, kok udah terang langitnya? Terus gue wudhu di KMD. Abis itu OH YA! GUE KUDU I'LAN SCIENCE FAIR DI MESJID. Gue baru inget hari itu hari Jumat dan gue udah janji sama pihak lab mau ngiklanin acara hasil kerjasama kita ~Science Fair di mesjid. Kenapa di mesjid? Gue pikir mesjid itu sarana paling efektif untuk ngumumin apapun.

Tanpa basa-basi gue samber yang namanya sarung dan pasangannya (baju koko) plus songkok Quran, gue pake sarungnya, gue masukin bajunya. Abis itu dengan tenaga setengah kuda gue langsung berlarian menuju mesjid.

Ternyata saatnya belum usai..

Akankah Kau Jadi "The Next Jokowi"?


Posting kali ini gue mau nulis something about Jokowi. Ya, itu loh walikota Solo yang sekarang terkenal karena keberhasilannya mengurusi PKL di kotanya.
Maaf sebelumnya postingan ini nggak dipengaruhi pihak tertentu. Nggak ada unsur pemaksaan. Ini murni dari hati nurani saya sendiri yang tergerak dan tentunya terinspirasi tokoh seperti beliau.

Jokowi atau nama lengkapnya Joko Widodo adalah walikota Surakarta (sering dikenal dengan Solo) yang menjabat dua kali periode sejak 2005 hingga 2015. Pemimpin ini tidak seperti politikus lainnya yang hanya bisa mengobral janji. Tapi Jokowi lebih banyak act ketimbang talk.

Keberhasilan beliau bisa kita lihat dari caranya mengatasi masalah PKL di Solo. Beliau tidak menugaskan Satpol PP dengan pentungan dan tameng di tangan. Tapi apa yang beliau lakukan? Mengajak para pedagang PKL ini ngopi bareng di rumah jabatnya, sambil mendengarkan keluhan dan harapan dari rakyatnya.

Beliau juga nggak pernah mengambil gaji hasil jabatannya menjadi walikota. Beliau hanya menandantangani slip gajinya, and the end. Ini berbeda jauh dengan berita yang disiarkan di media cetak maupun media massa tentang presiden yang mengeluh kekurangan gaji. Kita pastinya nggak kelewatan berita ini kan? Inikah yang namanya presiden?

Friday, February 10, 2012

Sebuah Mata untuk Selamanya


Ini namanya cerpen nde..

Dulu kala ada anak namanya Hadi (bukan nama sebenarnya). Anak ini tinggal sama ibunya berdua di rumah. Rumahnya ini gubug, bisa dikatakan buruk lah. Kondisi ekonomi keluarga Hadi bisa dibilang pas-pasan.

Hadi ini masih kelas 2 SD. Tapi dia mesti malu kalo berangkat sekolah dianter ibunya soalnya ibunya ini menderita cacat di matanya. Hadi malu punya ibu yang buta sebelah. Astaghfirullah. Tapi ibu ini tetep sabar. Dia tetep sayang sama anaknya walaupun si anak malu sama ibunya.

Waktu pun berlalu, anak ini udah duduk di bangku SMA. Hadi ini sekolah di tempat yang gak jauh jauh banget dari rumahnya.

Suatu waktu ada kegiatan belajar kelompok dari guru fisikanya. Kebetulan temen-temen Hadi ini minta belajar di rumah Hadi, karena hanya rumah Hadilah yang belum dapet giliran belajar kelompok.

"Jangan ah, jangan di rumahku. Rumahku sempit, gak bakal muat diisi kamu semuanya," Hadi nolak.

"Ah, gak papa. Lagian Rudi, Vina, Deni, Thomas, sama Elfira gak dateng. Mereka mau latihan basket intensif," kata Afi.

"Ng.. jangan di rumahku. Rumahku gak muat buat belajar kelompok," Hadi nolak lagi.

"Yaudah."

Lagi-lagi sifat Hadi ini gak berubah, dia sengaja berbohong biar temennya nggak tahu soal ibunya yang cacat mata.

Dua tahun kemudian..

Inilah saatnya Hadi lulus dari SMA-nya. Dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di kota dengan sambilan usaha seadanya. Ibunya yang hanya berjualan makanan di tetangganya kurang mampu membiayai Hadi. Tapi Hadi nekat ingin melanjutkan studinya.

Saturday, February 04, 2012

Chatting is Risky



Chatting itu riskan.


Dan saya sangat menyadari keriskanan ini.


Di era abad 21 ini segalanya memang telah berubah. Gaya hidup manusia ganti total. Dulu manusia biasa kenalan abis ketemuan di sekolah, tempat les, tempat kerja, ato yang lain, sedangkan sekarang dunia terasa begitu sempit. Semuanya serasa selompatan kaki. Tinggal tukeran email facebook aja semuanya beres. Kenalan, liat profil, kenali sifat, semuanya jadi.


Ini tentunya membawa manfaat yang melimpah tapi juga tak meninggalkan segelimang madharat. Banyak miscommunication akibat kemajuan teknologi yang satu ini.


Termasuk chatting.


Ini memang menjadi kebiasaan yang lumrah di kalangan masyarakat dewasa ini. Chatting dianggap seperti ngobrol biasa. Dilakukan setelah makan, di sela kerja, sebelum tidur, abis mandi, ato yang lain. Banyak kemudahan yang kita ambil dari fasilitas internet satu ini, termasuk salah satunya kita nggak perlu face to face dengan manusia yang kita ajak ngobrol.
Tapi ternyata chatting membawa beresiko tinggi.


Miskomunikasi. Salah waktu ketikan. Dan lain-lain.


Udah ah, tidur. Udah malem. Besok ulangan 3 mapel. Freak.

Friday, February 03, 2012

Road to ITS 2012


Tau ITS? Yoi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ini nama universitas di Surabaya. Pastinya lo semua tahu, gue yakin.

Kali ini gue mau nulis seputar apa yang gue lakuin sebelum bener-bener melaju ke ITS. Ini memang benar-benar sakral. 

Emang di ITS ada apa sih?



Hari ini kan Jumat nih. Dua hari lagi Minggu. Di Minggu ini ada seleksi olim mat dari ITS. Yang lolos berhak ngelanjutin final di ITS dua minggu kemudian.

Seleksi ini emang ga gampang bro. Cukup bikin gangguan di jadwal rutinitas harian. Apalagi saingannya dari seluruh Indonesia dan hanya ada 50 tim yang boleh ikutan final di ITS. Ini emang bukan suatu hal yang ringan. Apalagi bagi saya, pelajar nakal bego yang tidak disiplin.

Di lomba ini gue dipasangin sama mas Okky, itu loh yang kelas 12. Lombanya tumbenan. Harus ada satu tim yang terdiri dari dua orang. Alias, kerjasama tim di sini sangat dibutuhin. Kita ga boleh egois ngerjain soal sendiri. Belajar sendiri. Kita harus gotong-royong. Saling bahu-membahu. Apalagi sekolah gue ngirimin banyak tim di sana. Gurunya ga bisa ngontrol 100% murid-murid yang ikut olimpiade. Jadinya gue yang harus menjaga mereka biar tetep diskusi soal matematika di asrama (sekolah gue ada asramanya).


Persiapan kali ini emang gak ringan. Mengingat statistik gue ikut lomba-lomba gini udah 5 kali dan hanya berhasil ngasih piala ke sekolah cuman sekali, gue dituntut gede-gedean sama guru-guru sekolah n' kepala sekolah. Mereka ngasih harapan yang besar ke gue. Seakan-akan tatapan mereka menandakan "kamu harus menang, kamu harus menang". Gue emang goblok. Selalu nggak bisa memberikan yang terbaik. Tapi di sinilah pembuktiannya. Gue mau buktiin kalo gue akan berhasil kali ini.

Paling nggak, nggak mengecewakan lah.

Lomba ini bener-bener ngganggu jadwal harian gue. Pas anak-anak futsal, gue harus berdiam diri di mesjid cuman buat latian soal. Pas temen-temen lagi nyenyak-nyenyaknya ngorok tidur di asrama, gue harus nemenin lampu 20 watt buat baca pembahasan soal. Bahkan sekarang temen-temen seasrama lagi tour di WBL Lamongan, gue harus sendirian netep di asrama. Alasannya: karantina.
Ini emang hal yang menyedihkan.

Gue jadi inget sama temen gue Melati (nama disamarkan). Orang ini ga tau kenapa bilang seenaknya sendiri.

Wednesday, February 01, 2012

Bukan Karena Cinta



Aceh, 26 Desember 2004
Langit cerah. Angin bertiup pelan seiring melambainya rimbunan daun pohon kelapa di pantai Lhoknga. Ombak-ombak berkejaran, berlomba-lomba mendahului hingga ke tepian pantai. Matahari di ufuk timur menambah indahnya kemilauan buih-buih pantaiku ini.

Aku Tonga. Umur 35 tahun. Aku sudah lama sekali hidup di sini, di sekitar wilayah ini. Keseharianku... yah, mencari ikan. Meski hasilnya tak seberapa, tapi aku sudah sangat bersyukur bisa menghidupi diriku sendiri yang hanya sebatang kara ini. Aku masih ingat ketika dulu masih sekolah, aku dididik bahwa tingkat kemakmuran bukan dinilai berdasarkan besarnya kecilnya pendapatan seseorang, tetapi dilihat dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan.

Aku masuk rumah, yang berjarak tidak sampai 100 m dari pantaiku. Hari ini aku tidak melaut. Kemarin ramalan cuaca BMG Banda Aceh di bmgaceh.go.id mengatakan bahwa hari ini akan turun hujan disertai petir-petir. Entahlah, tidak sesuai sekali dengan saat ini.

Kubuka laptopku. Oh ya, laptop pinjamanku. Laptop ini pinjaman dari Pak Jamal tetangga sebelah karena aku pernah membantunya mencari kacamata di kamar mandi. Tak hanya itu, rumah gubukku yang sudah miring 14 derajat ini dipasangi wi-fi olehnya. Alhamdulillah, terharu sekali rasanya jika teringat kata-katanya ketika itu. Baik sekali dia.

Kubuka email. Tak ada yang masuk. Kubuka google.com, mencari tahu tentang lowongan kerja di Banda Aceh. Barangkali saja ada. Oh, setelah kucari lama, belum ada rupanya. Ya sudah lah.

Aku melongok ke jendela luar mencari sedikit hirupan nafas segar. Fantastis! Air laut surut jauh sekali. Ikan-ikan menggelepar bertaburan tak beraturan bak titik-titik hujan di daratan. Dengan cekatan aku segera mengambil ember biru kecilku di depan rumah dan berlari menuju pantai secepat mungkin layaknya sprinter kelas dunia yang dikejar anjing. Tanpa basa-basi kumasukkan ikan-ikan itu ke dalam ember mungilku. Karena tak sedikit juga rupanya para tetangga yang melakukan hal serupa. Teriakan-teriakan syukur menggema di telingaku. Sebagian ada yang bersujud ke barat yanag kebetulan menghadap ke pantai. Tapi... tapi... itu... itu...

Tuesday, January 31, 2012

Belajar Bahasa Arab #2 (BASED ON AL AZHAR CAIRO)



Berapa jumlah jama’ah haji dari surakarta

1. كم حجّاً من سوراكرتا ؟
Demi Allah banyak sekali

2. والله كثيرة.

Tanyakan kepada ketua jama’ah haji

3.اسأل رئيس الجماعة.

Oke deh..

4. حاضر.

Dan dimana ketua jama’ah haji sekarang ?

5. واين الرّئيس الأن ؟

Ada di kantor

6. موجودٌ في المكتب

Apakah bisa di hubungi dengan telpon

7. هل يمكن اتّصال بالتلفون

Mungkin bisa dihubungi dari sini

8. يمكن اتّصال من هنا.

Bagaimana keadaan nya sekarang

9. كيف سيادته الأن؟

Dia sibuk sekali

10. هو مشغول.


Sumber :
Ust. KH. Ahmad Rosyidi Asyrofi, Lc
Salah satu guru penulis best seller Habiburrahman El Shirazy
Ustadz Tarikh di kelas saya